Warbo, Arso VII – Wakil Ketua II Persatuan Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia (Pegatri) Provinsi Papua Anselmus Tafor (tengah) bersama anggota kelompok tani (Poktan) Al Barru Sulbuja Kampung Warbo Arso VII, Kabupaten Keerom menanam pohon penghasil gaharu, Jumat sore (16/3).

Poktan Al Barru Sulbuja Kampung Warbo bertekad menjadikan Gaharu Budidaya ini sebagai pohon harapan dan sekaligus harapan baru untuk petani di Kabupaten Keerom. Untuk tahap pertama ini, Poktan Al Barru Silbuja akan menanam 1.580 bibit pohon di atas tanah petani seluas 2 hektare.

Anselmus Tafor yang kesehariannya juga sebagai Kepala Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom dalam arahannya sebelum dimulainya penanaman pohon penghasil gaharu, mengatakan bahwa: “Poktan Al Barru Sulbuja Kampung Warbo ini adalah poktan pertama binaan Pegatri Papua yang melakukan penanaman dalam jumlah besar. Hal ini karena komitmen yang kuat dari pengurus dan anggota poktan, akan pentingnya gaharu budidaya sebagai pohon harapan dan masa depan untuk petani di sini”.

Lebih lanjut beliau tambahkan, “Keberadaan Pegatri dan gaharu budidaya di Kabupaten Keerom sudah mendapat dukungan positif dari pemerintah daerah terutama Bupati Keerom Muh. Markum, dimana dalam waktu dekat ini pada momen HUT Kabupaten Keerom yang ke-15 tanggal 12 April 2018 dengan mengambil tempat di Kampung Yowong Distrik Arso Barat, akan diadakan pencanangan penanaman pohon penghasil gaharu ini di Kabupaten Keerom oleh Bupati Keerom. Kami selaku Kepala Kampung dan Hak Ulayat Kampung Yowong telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare untuk pencanangan tersebut”.

Pohon gaharu yang ditanam ini adalah pohon dengan genus (keluarga) Gryinops Verstegii, jenis Aquilaria Filaria yang merupakan pohon endemik asli dari tanah Papua, dan sangat cocok atau dapat tumbuh subur di hutan tropis. Semua pohon yang ditanam oleh poktan yang resmi (di SK-kan oleh kepala kampung setempat), sudah terdata oleh Pegatri Papua dan nantinya akan diberikan sertifikat (penomoran) pada setiap pohonnya (maksimal 25 nomor pohon setiap sertifikat), sehingga setiap pohon akan jelas pemiliknya, alamatnya dan usianya.

Selanjutnya, untuk tehnik budidayanya akan menggunakan tehnik inokulasi di bawah binaan dan pengawasan Pegatri Papua. Inokulasi secara garis besar adalah suatu proses memasukkan fusarium sp (inducer bio kimia) ke dalam jaringan pohon dengan cara disuntik, agar pohon tersebut dengan cepat memproduksi resin bernama fitoaleksin. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut-sudut pembuluh xylem dan floem organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar atau lebih dikenal oleh orang Indonesia sebagai gaharu. Reporter MC Kominfo (Irianto/Sobikhan)

Penanaman Gaharu Budidaya di Kampung Warbo

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

25 + = 27