Petani Arso X Menggiling Padi

Yaturaharja, Arso X – Petani Kampung Yaturaharja Arso X, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom menggiling padi dari sawah non irigasi yang dikembangkan secara gotong-royong, pada Rabu (14/3).

Bagi petani Arso X, gabah yang terkumpul memberikan kepuasan dan harapan baru bagi petani terhadap potensi tanah Arso X untuk menjadi lumbung pangan masa depan di Keerom. MC Kominfo (Irianto/Suparman/Cha).

Tarian Adat Selamat Datang

Arso Kota – Tarian adat “Selamat Datang” menandai penyambutan kunjungan perdana Bupati Keerom Muh. Markum dan rombongan sejak dilantik sebagai Bupati Keerom Sisa Masa Bakti 2016-2021 ke Gereja St. Wilibrodus Arso Kota, Sabtu (17/3). Dalam kunjungan ini, Bupati Keerom berkenan didoakan dan mendapat berkat dari Imam dan seluruh umat Katolik se-Dekenat Keerom. MC Kominfo (Irianto/Sumarmiati).

Muspanitera DKC Kwarcab 2615 Keerom Periode 2018-2022

Asyaman, Swakarsa – Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwartir Cabang (Kwarcab) 2615 Kabupaten Keerom mengadakan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putra Putri (Muspanitera) di Gedung Pramuka Kwarcab Keerom Kampung Asyaman, pada Sabtu (17/8).

Muspanitera DKC Kwarcab 2615 Keerom hari ini mengusung tema: “Menjadikan Seorang Pemimpin Yang Berkarakter Untuk Memimpin Dimasa Depan, Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan”, dengan mengemban 3 (tiga) agenda utama, yaitu: Pertanggungjawaban Pengurus DKC Periode 2011-2018, Penyusunan Rencana Kerja 5 (lima) Tahun dan Pemilihan Pengurus DKC Kwarcab Keerom Periode 2018-2022. Muspanitera kali ini adalah Muspanitera ke-5 yang dilakukan oleh Kwarcab Keerom, dan diikuti oleh 142 anggota pramuka Penegak dan Pandega Putra/Putri dari 9 (sembilan) utusan Dewan Kerja Ranting (DKR) se-Kwarcab 2615 Keerom.

Ketua DKC Kwarcab Keerom Periode 2011-2018 Kak Anis Wenda disela-sela penyampaian laporan pertanggungjawabannya turut memberikan motivasi dan dukungannya kepada Adik-adik Penegak dan Pandega utusan DKR peserta Muspanitera yang nantinya akan bersidang dan memilih Pengurus DKC yang baru, agar membuat rencana kerja yang baik dan terukur dengan berpedoman pada kerja-kerja positif pengurus lama, serta ada inovasi baru dalam kegiatan DKC lima tahun kedepan.

Pada kesempatan tersebut, terpilih sebagai Ketua Tim Formatur dan sekaligus juga terpilih sebagai Ketua DKC Kwarcab Keerom yang baru adalah Kak Danes R. Rahaningmas dan dibantu oleh 14 (empat belas) anggota pramuka sebagai Pengurus DKC Kwarcab 2615 Keerom Periode 2018-2022.

Sementara itu, Kak Ruben Rumbo Rumbo selaku Sekretaris Kwarcab 2615 Keerom dalam sambutannya mewakili Kak Kwarcab mengatakan bahwa: “Hari ini, DKC Keerom telah berhasil melakukan musyawarah dan menyusun program kerja DKC 5 (lima) tahun, serta ditandai dengan berakhirnya kepengurusan DKC Periode 2011-2018 pada hari ini, atau telah terjadi reorganisasi (pergantian) ditubuh DKC Keerom”.

“Kakak atas nama Kwarcab 2615 Keerom mengapresiasi kinerja Kak Anis dan pengurus yang lama dalam menjalankan program-program DKC sejak Tahun 2011 sampai 2018. Dalam kurun waktu tujuh tahun, yang seharusnya lima tahun karena harus menyesuaikan dengan kepengurusan Kwarcab Keerom, telah terjadi satu kali Pergantian Antar Waktu (PAW) di dalam pengurus lama, dan bekerja sampai dengan hari ini”.

“Kepada Kak Danes dan anggota pengurus yang terpilih, ini adalah suatu kepercayaan untuk lima tahun kedepan dari semua yang hadir, maka 15 (lima belas) orang yang terpilih oleh teman-teman Tim Formatur menjadikan kalian yang terbaik, maka saya ucapkan selamat, semangat serta aktif terus, tetapi tugas pokok kalian sebagai pelajar harus nomor satu yaitu sekolah, namun juga luangkan waktu kalian sebaik mungkin untuk memajukan DKC Keerom lima tahun kedepan. Program-program yang telah direncanakan, agar dilaksanakan dengan baik”.

Diakhir sambutannya pada acara penutupan Muspanitera, tak lupa Kak Ruben memberikan penilaian “A” kepada DKC dalam pelaksanaan kali ini. “Saya memberi nilai A, karena berdasarkan penilaian Kakak-kakak Andalan Cabang yang hadir, bahwa pelaksanaan Muspanitera telah direncanakan dengan baik, berjalan dengan tertib dan berbobot, serta terlaksana sesuai jadwal yang telah disusun”. Reporter MC Kominfo (Irianto/Ical)

Penanaman Gaharu Budidaya di Kampung Warbo

Warbo, Arso VII – Wakil Ketua II Persatuan Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia (Pegatri) Provinsi Papua Anselmus Tafor (tengah) bersama anggota kelompok tani (Poktan) Al Barru Sulbuja Kampung Warbo Arso VII, Kabupaten Keerom menanam pohon penghasil gaharu, Jumat sore (16/3).

Poktan Al Barru Sulbuja Kampung Warbo bertekad menjadikan Gaharu Budidaya ini sebagai pohon harapan dan sekaligus harapan baru untuk petani di Kabupaten Keerom. Untuk tahap pertama ini, Poktan Al Barru Silbuja akan menanam 1.580 bibit pohon di atas tanah petani seluas 2 hektare.

Anselmus Tafor yang kesehariannya juga sebagai Kepala Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom dalam arahannya sebelum dimulainya penanaman pohon penghasil gaharu, mengatakan bahwa: “Poktan Al Barru Sulbuja Kampung Warbo ini adalah poktan pertama binaan Pegatri Papua yang melakukan penanaman dalam jumlah besar. Hal ini karena komitmen yang kuat dari pengurus dan anggota poktan, akan pentingnya gaharu budidaya sebagai pohon harapan dan masa depan untuk petani di sini”.

Lebih lanjut beliau tambahkan, “Keberadaan Pegatri dan gaharu budidaya di Kabupaten Keerom sudah mendapat dukungan positif dari pemerintah daerah terutama Bupati Keerom Muh. Markum, dimana dalam waktu dekat ini pada momen HUT Kabupaten Keerom yang ke-15 tanggal 12 April 2018 dengan mengambil tempat di Kampung Yowong Distrik Arso Barat, akan diadakan pencanangan penanaman pohon penghasil gaharu ini di Kabupaten Keerom oleh Bupati Keerom. Kami selaku Kepala Kampung dan Hak Ulayat Kampung Yowong telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare untuk pencanangan tersebut”.

Pohon gaharu yang ditanam ini adalah pohon dengan genus (keluarga) Gryinops Verstegii, jenis Aquilaria Filaria yang merupakan pohon endemik asli dari tanah Papua, dan sangat cocok atau dapat tumbuh subur di hutan tropis. Semua pohon yang ditanam oleh poktan yang resmi (di SK-kan oleh kepala kampung setempat), sudah terdata oleh Pegatri Papua dan nantinya akan diberikan sertifikat (penomoran) pada setiap pohonnya (maksimal 25 nomor pohon setiap sertifikat), sehingga setiap pohon akan jelas pemiliknya, alamatnya dan usianya.

Selanjutnya, untuk tehnik budidayanya akan menggunakan tehnik inokulasi di bawah binaan dan pengawasan Pegatri Papua. Inokulasi secara garis besar adalah suatu proses memasukkan fusarium sp (inducer bio kimia) ke dalam jaringan pohon dengan cara disuntik, agar pohon tersebut dengan cepat memproduksi resin bernama fitoaleksin. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut-sudut pembuluh xylem dan floem organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar atau lebih dikenal oleh orang Indonesia sebagai gaharu. Reporter MC Kominfo (Irianto/Sobikhan)

Ogoh-ogoh Umat Hindu Kampung Traimilyan

Traimilyan – Umat Hindu Kampung Traimilyan Arso XII Kabupaten Keerom, pada Jum’at sore (16/3) mengarak ogoh-ogoh hasil kreativitas anak mudanya keliling Arso XII sebagai rangkaian ritual keagamaan menjelang Catur Brata Penyepian dan Tahun Baru Saka 1940.

Ogoh-ogoh adalah tradisi turun-temurun dari masyarakat suku Bali di Indonesia, sebagai perwujudan makhluk raksasa dan menyeramkan, yang mencerminkan sifat-sifat negatif pada diri manusia. Ogoh-ogoh juga sebagai simbol prosesi penetralisiran kekuatan-kekuatan negatif atau kekuatan Bhuta (kekuatan alam). Tradisi ini mengingatkan masyarakat Bali khususnya, termasuk yang ada di Kabupaten Keerom, Papua.

Ogoh-ogoh kreasi anak muda umat Hindu Kampung Traimilyan itu diarak keliling kampung sejauh lebih dari 3 km yang dimulai dari pukul 15.00 WIT dan selesai pada pukul 18.00 WIT, dimana sebagian orang yang mengarak ogoh-ogoh tersebut sebelumnya melakukan ritual meminum minuman keras (mabuk). Diarak keliling kampung, konon bertujuan agar kekuatan negatif yang ada di sekitar kampung dapat ikut bersama ogoh-ogoh. sedangkan ritual meminum alkohol (arak) bagi orang yang menggendong ogoh-ogoh di anggap sebagai perwakilan dari sifat buruk yang ada di dalam diri manusia, dan beban dari berat yang mereka pikul adalah sebuah sifat negatif, seperti cerminan sifat-sifat raksasa.

Diakhir pengarakan ogoh-ogoh, masyarakat yang dipimpin oleh pemuka agama Hindu Kampung Traimilyan membakar figur raksasa itu dan membiarkan terbakar sampai habis, sebagai makna agar kekuatan-kekuatan ataupun sifat-sifat negatif baik yang berasal dari manusia maupun alam di sekitar Kampung Traimilyan dapat lenyap bersama lenyapnya ogoh-ogoh yang terbakar. Sehingga umat Hindu Kampung Traimilyan Kabupaten Keerom siap memulai kehidupan yang baru, dengan suci dan bersih, siap memasuki dan memaknai Hari Raya Nyepi dengan sebuah daya hidup yang sepenuhnya baru dan berharap menemukan makna kehidupan yang sesungguhnya bagi dirinya dan segenap semesta.

Umat Hindu di Kampung Traimilyan berjumlah lebih dari 100 orang, sebagaimana umat Hindu lainnya di tanah air, besok Sabtu (17/3) akan melakukan ritual Catur Brata. Di Kabupaten Keerom sendiri, umat Hindu sebagian besar berasal dari warga eks transmigrasi Pulau Bali, dan tersebar di beberapa kampung antara lain: Kampung Yaturaharja (Arso X Distrik Arso Barat), Kampung Traimilyan (Arso XII Distrik Skanto) dan Kampung Arsopura (Arso IV Distrik Skanto). Reporter MC Kominfo (Irianto/Taufik)

Trabas Destinasi “Air Terjun Pintu Angin” Kampung Skanto, Keerom

Baru-baru ini, Minggu (25/2) Tim Destinasi Dinas Pariwisata Keerom dibantu Yonif 410 Alugoro dan masyarakat berhasil mencapai “Air Terjun Pintu Angin” Kampung Skanto Kabupaten Keerom yang berjarak ±12 km dari Kampung Skanto dan sejauh 3,2 km harus mentrabas hutan belantara yang terjal dan licin dengan jalan kaki selama ±2 jam. Tampak kepuasan H. Udin (masyarakat/pemandu sebelah kiri), Wakil Komandan Yonif 410 Alugoro (tengah) dan Kasie Destinasi Dinas Pariwisata Keerom Jack May (sebelah kanan). Reporter MC Keerom (Irianto/Jaswadi).

Ivan Julianto, Anggota Pramuka Luar Biasa Tuna Rungu Kota Baubau Tiba di Keerom

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Keerom Megiken Bangun, SE., M.Si (kiri) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan motivasi yang luar biasa atas kegigihan Saudara Ivan Julianto (kanan) anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Baubau (Pramuka Luar Biasa Tuna Rungu/PLBTR) yang telah berhasil menginjakkan kakinya di tanah Papua, khususnya di daerah perbatasan dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) yakni Kabupaten Keerom, pada Kamis (8/3).

Ivan Julianto, dengan segala keterbatasannya namun dilandasi semangat yang kuat dan mottonya sebagai anggota pramuka “Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Baktikan”, bertekad melakukan perjalanan keliling Indonesia dan manca negara, dengan tujuan untuk menjalin hubungan silaturrahim dengan kakak-kakak dan adik-adik anggota pramuka di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke manca negara. Dengan adanya hubungan silaturrahim tersebut, diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan sesama anggota pramuka.

Ivan Julianto, lahir di Kota Baubau pada tanggal 15 Juli 1989 itu tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan bersyukur setelah melakukan perjalanan panjang dan sampai di Kabupaten Keerom. Disela-sela silaturrahimnya dengan anggota pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Keerom, Ivan Julianto menyempatkan diri berkunjung ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di kompleks Kantor Bupati Keerom, dan salah satunya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Keerom.

Walaupun dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, mimik tubuh dan beberapa coretan kecil untuk menjelaskan maksud kunjungannya, namun dari keceriaan wajahnya yang berseri-seri terpancar kegembiraan dan rasa syukurnya karena telah bertemu dengan saudara-saudaranya di Kabupaten Keerom. Dia berusaha menjelaskan dengan menunjukkan foto-foto dokumentasi perjalanannya di beberapa daerah yang telah dikunjungi, disertai mohon dukungan dan doa dari warga Keerom untuk perjalannya di kota lain.

Pada kesempatan tersebut, Megiken Bangun, SE., M.Si memberikan surat “Ucapan Selamat” kepada Saudara Ivan Julianto yang telah bersilaturrahim dan menjalin persaudaraan serta persatuan dengan warga dan pegawai Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, dengan ucapan “selamat atas kunjungannya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan ridho-Nya selama perjalanan Saudara Ivan Julianto, serta dapat memberikan manfaat yang positif bagi anggota pramuka, bangsa dan negara Indonesia.

Di samping itu, beliau juga mengatakan bahwa: “figur dan tauladan seorang Ivan Julianto ini harus dijadikan motivasi bagi seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, untuk selalu mensyukuri dan menghargai dirinya yang jauh lebih sempurna, dengan cara menjaga persaudaraan dan persatuan, selalu giat bekerja dan berinovasi, mengembangkan potensi diri dan tidak pernah menyerah untuk berusaha, serta senantiasa meningkatkan pengabdian dan kinerjanya untuk kesejahteraan masyarakat Keerom”. Reporter MC Keerom (Irianto/Bayu).

Kunjungan Ketua Bhayangkari Papua ke Kebun Buah Naga Keerom

Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Ira Boy Rafli Amar beserta rombongan disela-sela kunjungannya ke Bhayangkari Cabang Keerom, menyempatkan diri berkunjung ke kelompok tani buah naga Mekar Karya Kampung Wulukubun Arso 14 Kabupaten Keerom, pada senin (12/03).

Pada kesempatan tersebut, ibu Kapolda Papua mengapresiasi kelompok tani Mekar Karya yang telah sukses membudidayakan buah naga di Kabupaten Keerom dan menjadikan Kampung Wulukubun ini sebagai Kampung Destinasi Eduwisata buah naga. Menurutnya, buah naga Kabupaten Keerom sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat Papua khususnya warga Kota Jayapura karena eduwisata buahnya, terlebih buah naga dari Mekar Karya selain buahnya besar dan segar, rasanya yang manis, serta tersedia pada supermarket dan mall-mall terkemuka di Kota Jayapura.

Sebelum berkesempatan memetik langsung buah naga di kebun Mekar Karya, Ny. Ira Boy Rafli Amar menanyakan prosedur penanaman buah naga yang baik dan cara panennya pada pengelola kelompok tani Mekar Karya Bpk. MT. Sobikhan. Hal ini beliau tanyakan, karena pengalaman beliau pernah menanam buah naga di kampung halaman (Jawa) namun selalu gagal, bahkan tidak pernah berbuah.

Secara garis besar, Bpk. MT. Sobikhan menjelaskan bahwa : “untuk menghasilkan buah naga yang baik dibutuhkan 3 (tiga) faktor utama antara lain penyiapan media tanam yang baik, bibit yang berkualitas dan perawatan selama masa pertumbuhan sampai produksi. Buah naga merupakan jenis tanaman kaktus, sehingga media tanamnya adalah berupa tanah yang bertekstur seimbang antara tanah dan pasir serta mengandung kadar air yang rendah (tidak boleh tergenang air). Sedangkan bibit buah naga yang baik diperoleh dari induk buah naga yang sudah beberapa kali berbuah serta menghasilkan buah yang besar dan manis. Untuk perawatan tanaman ini tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya, seperti pemupukan yang tepat, membersihkan gulma di sekitar media tanam serta khusus untuk buah naga harus lebih banyak mendapat pasokan cahaya matahari”.

Lebih lanjut untuk cara panen buah naga, Bpk. MT. Sobikhan mengajak ibu dan rombongan untuk langsung melihat tanaman buah naga yang ada di kebun Mekar Karya. Mulai dari cara memegang gunting (alat pemotong buah) sampai pada posisi buah yang akan digunting, sehingga proses panennya tidak merusak batang buah naga tersebut. Hal ini dengan antusias diperagakan oleh ibu-ibu bhayangkari yang baru pertama kali melakukan panen buah naga secara langsung, meskipun diguyur hujan dan tanah yang berlumpur.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, ibu Kapolda Papua menyampaikan pesan pada pengelola kebun buah naga Mekar Karya agar selalu menjaga kualitas dan meningkatkan produksinya, sehingga menjadi salah satu produksi unggulan di Kabupaten Keerom. Tak lupa pada kesempatan tersebut, beliau memesan langsung bibit buah naga kelompok Mekar Karya sebanyak 200 batang. Reporter MC Keerom (Irianto/Bayu/Ical).

Blokir Kartu SIM Prabayar Mulai 1 Maret 2018, Registrasi Masih Bisa Dilakukan

Tenggat waktu registrasi kartu SIM prabayar jatuh pada Rabu, (28/2/2018) kemarin. Dengan begitu, pemblokiran kartu secara bertahap bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi, mulai diberlakukan hari ini, Kamis (1/3/2018). Meski demikian, pengguna masih diberi kesempatan untuk melakukan registrasi via SMS ke nomor 4444 hingga 30 April mendatang, sebelum diberlakukan pemblokiran total. Dengan begitu, kartu SIM prabayar yang kadung diblokir bisa dipulihkan Pemblokiran akan dilakukan secara bertahap. Mulai 1 Maret 2018, kartu SIM yang belum teregistrasi tidak akan bisa melakukan panggilan keluar (outgoing call) atau mengirim SMS (outgoing SMS). Per 1 April 2018, jika pengguna masih belum melakukan registrasi, maka pengguna tidak akan bisa menerima panggilan masuk (incoming call) dan menerima SMS (incoming SMS), namun tetap bisa menggunakan layanan data internet. Baca juga: 1 Mei Belum Registrasi Kartu SIM Prabayar, Blokir Total! Jika registrasi belum dilakukan hingga 30 April, maka pemblokiran total akan diberlakukan pada 1 Mei 2018. Artinya, pengguna tidak akan bisa menggunakan semua layanan, baik telepon, SMS maupun data internet. Meski kartu SIM prabayar diblokir, pelanggan tetap memiliki akses SMS ke nomor 4444, sehingga tetap bisa melakukan registrasi. Bagi Anda yang belum melakukan registrasi kartu SIM prabayar, masih bisa melakukan pendaftaran melalui SMS, internet dan gerai operator seluler terdekat. Berikut informasi lengkap cara registrasi dan registrasi ulang bagi pelanggan Telkomsel, Smartfren, Tri, Indosat, XL dan Axis. 1. Telkomsel: Cara Registrasi dan Daftar Ulang Simpati, Kartu As, dan Loop Telkomsel 2. Smartfren: Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar Smartfren 3. Tri: Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar Tri 4. Indosat: Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar Indosat 5. XL dan Axis: Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar XL dan Axis Jika registrasi gagal Jika registrasi kartu SIM prabayar gagal, ulangi registrasi via SMS ke nomor 4444 maksimal lima kali percobaan. Setelah lima kali percobaan dan masih gagal, biasanya akan muncul pesan tentang tindakan yang harus dilakukan. Isi pesannya beragam, kartu Anda bisa disebutkan telah aktif namun tetap harus mengulang pengiriman data. Ada juga pesan lain yang menyebutkan informasi NIK dan nomor KK yang dimasukan salah atau tidak terdaftar. Sehingga, Anda disarankan melakukan konfirmasi ke Ditjen Dukcapil melalui layanan pelanggan HALO DUKCAPIL di nomor 1500-537. Bisa juga mendapati layanan tersebut di Facebook Ditjen Dukcapil atau Twitter @ccdukcapil dan email callcenter.dukcapil@gmail.com Pelanggan kartu SIM prabayar juga bisa menghubungi gerai operator seluler terdekat untuk melakukan pendaftaran secara manual, dan mengisi surat pernyataan. Operator juga menyediakan fitur untuk mengecek apakan nomor kita sudah teregistrasi secara aman atau belum melalui situs, SMS atau USSD. Untuk mengecek apakah nomor telah teregistrasi, bisa mengunjungi tautan berikut.

Sumber : https://tekno.kompas.com